Tips

Tips Menjaga Data Pribadi Di Dunia Digital

Tips Menjaga Data Pribadi Di Dunia Digital

Digitalisasi teknologi sudah menjadi hal yang tidak dapat dihindari oleh orang-orang. Teknologi dan informasi berkembang sangat pesat dan bergerak dalam kecepatan yang luar biasa. Hampir seluruh sektor yang ada sangat bergantung dengan teknologi, terutama teknologi digital. Namun, di luar segala keuntungan yang diberikan, dunia digital juga memberikan beberapa dampak negatif. Salah satunya adalah mudahnya data pribadi tersebar secara online. Oleh karena itu terdapat beberapa tips menjaga data pribadi di dunia digital yang dapat Anda coba.

Nyatanya, kasus kebocoran data pribadi dari platform teknologi masih marak terjadi. Entah itu dari teknologi informasi, komunikasi, sampai yang saat ini cukup sering terjadi. Melalui, fintech (financial technology). Terutama pada fintech ilegal, data pribadi Anda dapat disalahgunakan. Seringkali pinjol ilegal tidak meminta jaminan yang besar, tetapi sebagai gantinya akan meminta seluruh informasi pribadi Anda. Data tersebut akan mereka gunakan untuk tindakan seperti blackmailing jika Anda gagal membayar tagihan atau dijual ke pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Data-data pribadi orang sangat rentan untuk dicuri dan hal ini masih aktif terjadi hingga saat ini. Misalnya seperti kasus kebocoran data dari perusahaan-perusahaan raksasa sampai pencurian data pribadi dari media sosial. Mungkin banyak orang yang tidak menyadari, tetapi data pribadi seseorang merupakan sebuah informasi yang sangat berharga. Tidak sedikit data-data yang dicuri dijual ke perusahaan-perusahaan atau ke pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Sumber: https://unsplash.com/photos/FPt10LXK0cg

Pencurian data-data tersebut dapat digunakan untuk berbagai hal. Alasan terbesar dari pencurian data adalah untuk tindakan kriminalitas. Terutama, kriminalitas perbankan. Data-data pribadi seseorang biasanya dapat dijual melalui dark web. Menurut perusahaan keamanan siber Kaspersky, data pribadi seseorang dapat dijual dengan harga yang sangat murah di dark web. Harga satu data pribadi dapat mencapai harga setengah dollar saja atau sekitar Rp. 7,000. Namun, jika data semakin penting atau berharga, maka semakin mahal pula harga yang dibandrol. Misalnya harga untuk informasi detail kartu kredit atau rekening bisa dihargai sebesar 50 dollar atau sekitar Rp. 700,000. 

Informasi menjadi hal yang sangat krusial dan di dunia yang serba digital ini, informasi personal seseorang dapat memberikan manfaat besar bagi perusahaan atau pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Terutama dalam bidang financial technology. Ada banyak pihak yang berakting sebagai platform fintech, tetapi nyatanya berusaha untuk mencuri data Anda dan membuat Anda terjerat dalam hutang. Selain untuk tindakan kriminalitas, data pribadi seseorang dapat digunakan untuk menggiring opini orang-orang. Bahkan dipakai untuk kepentingan politik, dan masih banyak lagi. Ada pepatah yang mengatakan bahwa siapa yang menguasai informasi apapun, dia yang akan berkuasa. Hal ini menggambarkan betapa berharganya sebuah informasi. Oleh karena itu, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk melindungi data pribadi. Berikut merupakan tips menjaga data pribadi di dunia digital.

Sumber: https://www.merdeka.com/teknologi/murahnya-harga-data-pribadi-di-dark-web.html

 

Password

Password merupakan gerbang pertama penjagaan semua akun milik Anda. Jadi, pastikan Anda membuat password yang kuat untuk setiap akun yang Anda miliki. Hindari memberikan password yang sama untuk setiap akun yang Anda miliki. Selain itu, sebaiknya setiap 4 – 5 bulan sekali untuk mengganti password yang Anda miliki. Tidak hanya itu, pastikan kalau password yang Anda buat memiliki kekuatan yang strong. Buat kombinasi upper case, lower case, angka, dan tanda baca. Hal ini untuk mencegah pencurian data pribadi milik Anda. 

 

Pasang Antivirus Terbaru

Sumber: https://unsplash.com/photos/Zys6Zf-r5c0

Tips menjaga data pribadi selanjutnya adalah dengan memasang antivirus. Fungsi utama dari Antivirus yang utama memang untuk melindungi perangkat Anda dari serangan virus-virus. Namun, malware atau virus yang mungkin menyerang perangkat Anda bisa menyerang data pribadi di perangkat dan mencurinya. Oleh karena itu, memasang antivirus bisa membantu melindungi data Anda. Selain itu, jangan sekali-sekali mengunduh file-file yang tidak diketahui asalnya. Selalu berhati-hati saat mengunduh apapun dan pastikan kalau apa yang Anda unduh berasal dari sumber yang terpercaya.

 

Hati-Hati Menggunakan Wifi Publik

Tidak dapat dipungkiri kalau apapun yang gratis memang menyenangkan, tetapi Anda harus hati-hati jika menggunakan Wifi publik. Di tempat-tempat umum seperti di mall atau di pertokoan, biasanya memberikan fasilitas Wifi gratis. Namun, lebih baik hindari untuk menggunakan Wifi tersebut. Alasannya karena dengan menyambungkan perangkat Anda ke Wifi dapat membuat data dalam ponsel menjadi tidak aman. Jangan sekali-sekali mengakses aplikasi seperti mobile banking atau fintech dengan menggunakan Wifi publik. 

 

Two-Step Verification 

Tips menjaga data pribadi selanjutnya adalah menggunakan Two-Step Verification. Kebanyakan perangkat-perangkat saat ini menyediakan fasilitas Two-Step Verification. Artinya verifikasi yang Anda lakukan untuk masuk ke sebuah perangkat atau aplikasi dilakukan dua kali. Hal ini bisa menjadi pelindung ganda untuk melindungi data-data pribadi yang berada dalam perangkat. Selain password, banyak perangkat juga dapat memverifikasi penggunanya dengan menggunakan sidik jari atau rekognisi wajah.

 

Platform Fintech Terpercaya

menjaga data pribadi di dunia digital
Sumber: https://unsplash.com/photos/xj8qrWvuOEs

Mengingat bahwa ada cukup banyak oknum-oknum yang mengatasnamakan fintech yang malah berbalik mencuri data Anda. Selalu pastikan untuk menggunakan platform fintech yang terpercaya. Platform fintech yang dapat dipercaya adalah yang sudah terdaftar dan berizin di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Terutama jika Anda ingin menggunakan jasa pinjaman online. Anda dapat melihat status legalitas pinjol dengan melihat ciri-ciri dari pinjol ilegal.

Danakini merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan finansial berbasis teknologi Informasi (Fintech) yang berfokus kepada layanan peer to peer lending, yang mempertemukan Pemilik Dana dan Peminjam Dana. Danakini fokus dalam pembiayaan konsumer (contoh: berbelanja perlengkapan rumah dan gaya hidup), pembiayaan industri mikro, dan pinjaman dana tunai karyawan. Temukan informasi lainnya tentang Danakini melalui website Danakini dan juga aplikasi mobile Danakini yang dapat diunduh melalui Apps Store dan Google Store.

About Author

Indakhila Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *