July 1, 2022
News Tech

Penjelasan Inflasi Keuangan: Penyebab Harga Bakso Naik Setiap Tahun

Penjelasan Inflasi Keuangan: Penyebab Harga Bakso Naik Setiap Tahun

Penjelasan Inflasi Keuangan – Apakah sahabat Danakini sadar kalau harga bakso pada tahun 1990-an dengan tahun 2000-an berbeda? Bagi generasi-generasi 90-an mungkin sadar kalau harga bakso yang dibeli sekarang dibandrol dengan harga yang cukup tinggi. Mungkin dulu satu porsi bakso hanya dihargai Rp.10.000 saja. Jika dibandingkan dengan saat ini harga bakso sudah mendekati angka Rp.40.000 untuk satu porsinya. Nah, peningkatan harga ini merupakan efek dari inflasi. 

Sebenarnya apa itu inflasi keuangan? Secara mudah, penjelasan inflasi keuangan adalah fenomena kenaikan harga produk dan jasa dari tahun ke tahun. Sementara itu, fenomena penurunan harga produk dan jasa disebut deflasi. Inflasi dan deflasi sendiri bukan istilah baru di dunia ekonomi. Fenomena tersebut sering menjadi concern besar pada perekonomian negara bahkan dunia. Inflasi sangat berpengaruh untuk menentukan harga di pasaran. Hal ini berpengaruh pada skala besar, baik untuk pembelian produk-produk kebutuhan sehari-hari sampai perusahaan saat ingin menentukan harga produk.

Penjelasan inflasi keuangan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa inflasi adalah keadaan perekonomian negara di mana ada kecenderungan kenaikan harga-harga dan jasa dalam waktu panjang. Hal ini disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang.

Sumber: https://unsplash.com/photos/p-ER1gHMTYY

Fenomena kenaikan harga yang hanya terjadi sesaat seperti kenaikan harga pangan saat lebaran atau hari raya lainnya tidak termasuk sebagai inflasi. Inflasi biasanya terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan penyebab munculnya inflasi sangat bervariasi. Namun, pada umumnya inflasi terjadi ketika uang yang beredar di masyarakat terlalu banyak dan harga mata uang di suatu negara menjadi menurun akibat hal tersebut.

Inflasi bisa menjadi sangat fatal jika terjadi terlalu cepat dan meningkat terlampau tinggi. Hal ini bisa memperburuk ekonomi, membuat orang-orang kesulitan untuk membeli produk, dan perusahaan kesulitan untuk mendapatkan profit. Dalam perekonomian semuanya saling bergantung dan memengaruhi satu sama lain. Hal ini membuat inflasi menjadi sulit dideteksi dan diatasi.

Pada kasus ekstrim, inflasi dapat menyebabkan mata uang menjadi sangat tidak berharga seperti kasus inflasi di Venezuela. Dilansir pada CNBC Indonesia, pada tahun 2020 Venezuela mengalami tingkat inflasi sebesar 3000%. Hal ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya 2019, tingkat inflasi di negara yang terletak di benua Amerika itu mencapai angka 9.585%. Indonesia sendiri juga pernah mengalami inflasi yang cukup parah, tepatnya pada tahun 1998 ketika nilai mata uang rupiah menurun tajam. Harga uang rupiah terhadap dolar mencapai angka Rp. 10,000. Padahal sebelumnya nilai tukar rupiah ke dolar berada pada angka Rp. 3.000 – 4.000. 

Lalu, sebenarnya apa sih yang menyebabkan inflasi? Ada banyak hal yang berkontribusi untuk membuat inflasi dan sulit untuk mendeterminasi apa penyebab utamanya. Sahabat Danakini berikut merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab inflasi.

Penyebab Inflasi

Terdapat beberapa faktor penyebab inflasi dan sering kali faktor-faktor tersebut saling berhubungan.

Penjelasan Inflasi Keuangan
Sumber: https://unsplash.com/photos/ZZAQOquETGw

1. Peningkatan Jumlah Permintaan

Ketika terjadi peningkatan jumlah permintaan terhadap suatu barang bisa menyebabkan terjadinya inflasi. Apalagi jika barang yang tinggi permintaannya adalah bahan baku yang penting atau dibutuhkan oleh banyak orang. Contohnya ketika terjadi peningkatan permintaan terhadap minyak, hal ini bisa membuat inflasi muncul. Ketika demands terhadap minyak meningkat maka harga minyak meningkat pula. Hal ini dapat memengaruhi harga bensin pula yang akhirnya memengaruhi harga transportasi dan akhirnya dapat berimbas ke berbagai sektor lainnya. 

2. Biaya Produksi Meningkat

Peningkatan biaya produksi juga dapat menyebabkan inflasi. Hal ini karena ketika biaya produksi meningkat maka harga produk yang dijual juga ikut meningkat. Hal ini dapat berimbas ke berbagai sektor dan membuat inflasi.

3. Jumlah Uang yang Beredar di Masyarakat

Ketika jumlah uang yang beredar di masyarakat tinggi, inflasi dapat terjadi. Hal ini karena ketika jumlah uang di masyarakat meningkat, harga barang akan ikut mengalami kenaikan. Kenaikan jumlah pembelian dapat membuat stok produk menipis dan otomatis akan membuat harga barang ikut naik.

4. Pengaruh External

Globalisasi membuat perekonomian dunia saling terikat. Hal ini bak pisau bermata dua yang dapat memberikan keuntungan dan juga membuat kerugian. Pasalnya ketika terjadi masalah ekonomi di negara lain. Hal ini dapat berimbas pada negara lainnya.

Itulah penjelasan inflasi keuangan dan beberapa penyebab terjadinya inflasi. Sebenarnya terdapat penyebab inflasi lainnya, tetapi penyebab-penyebab di atas merupakan penyebab inflasi yang paling umum terjadi di suatu negara. 

Penjelasan Inflasi Keuangan
Sumber: https://unsplash.com/photos/XrIfY_4cK1w

Perlu dipahami kalau inflasi tidak selalu berarti hal yang buruk. Tingkat inflasi yang tidak terkendali adalah masalahnya. Tingkat inflasi yang sehat adalah 2 – 3% peningkatan setiap tahunnya. Tingkat inflasi tersebut mengindikasi ekonomi yang sehat dan ketika tingkat inflasi tahunan melebihi angka tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa terjadi masalah dalam perekonomian suatu negara. Itulah sedikit penjelasan mengenai inflasi keuangan, semoga artikel ini dapat menambah wawasan sahabat Danakini.

About Author

Indakhila Putri

3 Comments

    […] Baca Juga: Penjelasan Inflasi Keuangan: Penyebab Harga Bakso Naik Setiap Tahun […]

    […] Baca juga: Penjelasan Inflasi Keuangan: Penyebab Harga Bakso Naik Setiap Tahun […]

    […] Baca Juga: Penjelasan Inflasi Keuangan: Penyebab Harga Bakso Naik Setiap Tahun […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *