July 1, 2022
Lifestyle Tips Tutorial

Gaya Hidup Minimalis Yang Kian Populer Di Kalangan Anak Muda

Gaya Hidup Minimalis Yang Kian Populer Di Kalangan Anak Muda

Sahabat Danakini, saat ini gaya hidup minimalis semakin digandrungi oleh generasi muda. Popularitas gaya hidup ini juga semakin melejit karena ada banyak publik figur yang menerapkan gaya hidup satu ini. Mulai dari sebagian kecil hingga seluruh aspek dalam hidup. Namun, gaya hidup ini jauh dari kata baru, konsep ini telah cukup populer di kalangan seniman dan arsitektur yang menerapkan gaya minimalis ke karya mereka. Lambat laun ide ini mulai berkembang menjadi gaya hidup sehari-hari yang semakin populer.

Lalu, apa itu gaya hidup minimalis? Secara mudah gaya hidup ini menggambarkan gaya hidup sederhana. Lebih lengkapnya, gaya hidup yang satu ini berusaha untuk meminimalisir hal-hal yang sebenarnya tidak penting dan berfokus pada kualitas hidup, tanpa mementingkan kuantitas. Konsep utama dari gaya hidup ini adalah “less is more”. Artinya dengan mengurangi barang-barang atau hal-hal yang bersifat indrawi, Anda akan merasa lebih bahagia karena bisa berfokus pada hal-hal yang penting. 

Gaya Hidup Minimalis, Apa Manfaatnya?

Popularitas gaya hidup yang satu ini tidak semata-mata naik daun karena tren saja. Banyak orang yang mencoba gaya hidup ini merasakan manfaatnya. Nah, sahabat Danakini, berikut merupakan manfaat dari gaya hidup yang satu ini.

Gaya Hidup Minimalis
Sumber: Photo by Bench Accounting on Unsplash

Financial Lebih Hemat

Sahabat Danakini, dengan gaya hidup yang satu ini kehidupan financial Anda juga dapat lebih hemat. Gaya hidup ini berfokus mengurangi barang-barang materialistik dan keinginan serta kemelekatan terhadap kesenangan duniawi. Hal ini bisa membantu Anda menghemat pengeluaran karena hanya barang-barang yang paling penting saja yang akan dibeli. Sifat konsumtif juga akan dilatih sehingga tidak mudah tergiur membeli barang-barang yang sebenarnya tidak penting untuk dibeli.

Mengurangi Clutter di Rumah

Istilah clutter sempat populer di kalangan orang-orang. Mungkin kebanyakan dari Anda mengetahui istilah ini dari Marie Kondo. Nah, sama seperti prinsip Marie Kondo, clutter yang ada di rumah biasanya muncul akibat banyaknya barang yang lama-lama menumpuk. Clutter atau kekacauan ini juga bisa berefek ke mood dan pikiran kita, juga membuat lingkungan hidup terasa sesak dan tidak nyaman ditinggali. Gaya hidup minimalis mengajak Anda untuk mengurangi kekacauan ini dengan membuat barang-barang yang tidak penting. 

Baik untuk Lingkungan

Ada banyak aktivis lingkungan yang menjalani gaya hidup minimalis. Selain baik untuk kantong, pikiran, dan kenyamanan di rumah, gaya hidup yang satu ini juga ternyata baik untuk lingkungan. Saat ini penyebab terbesar dari polusi di bumi adalah banyaknya produk. Secara tidak disadari industri seperti industri fashion, handphone, dan barang-barang lainnya menjadi penghasil sampah dan limbah terbesar di dunia. Nah dengan mengurangi ketergantungan sahabat Danakini terhadap produk-produk tersebut, Anda secara langsung membantu lingkungan dengan mengurangi limbah dan polusi.

Cara Memulai Gaya Hidup Minimalis

Sahabat Danakini, setelah mengetahui manfaat dari gaya hidup minimalis, lalu bagaimana sih cara memulainya? Berikut Danakini berikan tutorial cara memulai gaya hidup minimalis. 

Sumber: Photo by Hutomo Abrianto on Unsplash

Mulai Decluttering

Jika rumah sahabat Danakini penuh dengan barang-barang yang sebenarnya sudah tidak dipakai lagi, decluttering menjadi langkah pertama yang perlu Anda lakukan untuk memulai gaya hidup minimalis. Mulai pilah-pilah barang yang sudah tidak terpakai lagi, mulai dari baju, peralatan dapur, dan barang-barang lainnya. Barang-barang yang sudah tidak terpakai tersebut bisa Anda sumbangkan ke tempat yang membutuhkan atau dijual kembali. Decluttering, selain proses untuk membersihkan rumah, juga menjadi sarang untuk membersihkan pikiran. Saat rumah lebih rapi, pikiran Anda juga akan lebih tenang dan nyaman berada di rumah. 

Beres-Beres Rumah Secara Teratur

Hal yang sering membuat ruangan dan rumah terasa sumpek adalah karena tidak dibersihkan secara rutin. Idealnya rumah sebaiknya dibersihkan paling lama 2 hari sekali, cukup disapu atau divakum dan dipel. Untuk membersihkan debu-debu yang suka menempel di perabotan rumah, Anda cukup bersihkan satu minggu sekali. Membersihkan rumah secara rutin juga akan membuat Anda terhindar dari barang-barang yang menumpuk yang bisa menyebabkan clutter. 

Belanja Sesuai Kebutuhan

Langkah selanjutnya adalah dengan berbelanja sesuai dengan kebutuhan. Membeli barang yang diinginkan tentu tidak apa-apa kalau hanya sekali-sekali, tetapi pastikan kalau sahabat Danakini hanya membeli barang-barang seperlunya saja. Terlalu banyak membeli barang akan membuat rumah berantakan dan sulit untuk menjalankan gaya hidup minimalis.

About Author

Indakhila Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *