April 22, 2024

Apakah Sahabat Danakini termasuk dalam generasi sandwich? Menjadi generasi sandwich merupakan suatu tantangan yang seringkali tidak bisa dihindari. Istilah generasi sandwich muncul karena kondisi yang seolah-olah terhimpit di antara kewajiban untuk memenuhi kebutuhan orang tua dan anak secara bersamaan.

Untuk lebih memahami pengertian dari generasi sandwich, mari ambil contoh seorang karyawan swasta bernama Budi. Ia memiliki gaji yang bisa dibilang cukup besar. Namun, sebagai anak tertua, Budi memiliki tanggung jawab untuk membiayai kebutuhan rumah tangga orang tuanya beserta biaya sekolah adiknya.

Nah, di sisi lain, Budi sudah memiliki istri 2 orang anak yang juga harus dinafkahi. Jadi meskipun bergaji besar, Budi dihimpit oleh biaya-biaya yang harus dibayarkan dari pihak keluarga orang tua dan keluarganya sendiri. Kondisi ini lah yang disebut sebagai generasi sandwich.

Bisa dibayangkan, menjadi generasi sandwich tidaklah mudah. Gempuran tekanan dari berbagai sisi mengharuskan generasi sandwich untuk memiliki manajemen keuangan yang baik supaya kondisi keuangan bisa tetap stabil. Lantas, bagaimana caranya? Yuk simak artikel berikut!


Pastikan pendapatan lebih besar dari pengeluaran

Cara Atur Keuangan bagi Generasi Sandwich
Photo by Karolina Grabowska: https://www.pexels.com/photo/hands-holding-dollars-4968639/


Generasi sandwich harus memastikan bahwa mereka tetap memiliki surplus setelah memenuhi segala jenis pengeluaran. Hal ini merupakan kunci kestabilan finansial baik masa kini maupun masa yang akan datang. Jika pengeluaran tercatat lebih besar dari pendapatan, maka akan sulit untuk bertahan dan menyisihkan dana tabungan, sehingga diperlukan langkah pasti dalam menanggapi masalah tersebut.

Langkah yang paling dekat dan mudah untuk diambil adalah dengan menghemat. Batasi pengeluaran dengan cara memilih alternatif yang lebih murah dan menghindari pembelian kebutuhan yang kurang penting.

Sebagai contoh, menghemat penggunaan listrik dan air, mengurangi jalan-jalan, atau mengurangi penggunaan bensin. Meskipun terlihat sederhana, langkah-langkah penghematan ini dapat menjadi penyelamat generasi sandwich dalam menjaga kestabilan finansialnya.


Atur daftar prioritas

Cara Atur Keuangan bagi Generasi Sandwich
Photo by Brett Jordan: https://www.pexels.com/photo/close-up-shot-of-scrabble-tiles-8241829/


Supaya arus keuangan menjadi lebih terjaga, generasi sandwich juga perlu membuat skala prioritas kebutuhan atas berbagai biaya yang harus ditanggung. Tempatkanlah prioritas biaya berdasarkan urgensi, tujuan, dan kepentingannya. Kebutuhan yang terpenting dan harus segera dipenuhi ditempatkan di paling atas, sedangkan kebutuhan yang kurang penting dan bisa ditunda ditempatkan di bagian bawah.

Misalnya, biaya kebutuhan pokok seperti makanan, iuran listrik dan air, serta uang sekolah harus diprioritaskan terlebih dahulu dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Jika seluruh kebutuhan pokok telah terpenuhi, barulah dana dapat dialokasikan pada kebutuhan lain.

Intinya, jangan sampai dana yang dimiliki habis digunakan sebelum memenuhi kebutuhan pokok. Aturlah keuangan dengan cermat supaya penggunaannya menjadi lebih efektif dalam menanggapi biaya kebutuhan.


Sisihkan dana darurat

Cara Atur Keuangan bagi Generasi Sandwich
Photo by Karolina Grabowska: https://www.pexels.com/photo/counting-dollar-bills-4968631/


Ditengah gempuran biaya yang rutin dibayarkan tiap periode, terkadang kondisi khusus dapat memunculkan adanya biaya yang mendadak. Sebagai contoh, biaya perbaikan rumah yang tiba-tiba rusak, biaya berobat ketika sakit mendadak, dan lain-lain.

Oleh karena itu, penting bagi generasi sandwich untuk memiliki pegangan dana yang cukup dalam menghadapi biaya mendadak tersebut. Sehingga, disarankan untuk menyisihkan sedikit dana dari tabungan yang khusus disimpan untuk pengeluaran darurat. Dengan demikian, kondisi keuangan dapat tetap stabil meskipun dihadapi dengan pengeluaran darurat.


Hindari pinjaman ilegal

Photo by fauxels: https://www.pexels.com/photo/man-and-woman-near-table-3184465/


Meskipun dalam keadaan terpepet atau mendesak, hindarilah melakukan pinjaman dana dari pihak ilegal atau yang tidak terdaftar secara resmi. Meminjam uang dari pinjaman ilegal memang terkesan murah, mudah, dan praktis. Namun, perlu diingat bahwa dana tersebut berasal dari perusahaan yang tidak resmi, sehingga mereka dapat menggunakan segala cara untuk meraup keuntungan dari peminjamnya. Mulai dari denda yang tidak masuk akal, pemerasan, hingga penipuan.

Oleh sebab itu, jangan pernah melakukan pinjaman pada instansi keuangan tidak resmi baik secara offline maupun online. Jika butuh bantuan dana atau pinjaman, pergunakanlah fasilitas keuangan yang disediakan oleh badan keuangan resmi yang terdaftar dan diakui OJK. Salah satunya adalah Danakini.

Danakini merupakan perusahaan fintech dibawah naungan Kawan Lama Group yang yang menawarkan berbagai fasilitas keuangan digital dalam membantu memenuhi kebutuhan pengguna. Melalui aplikasi Danakini, pengguna dapat mengajukan limit pinjaman serta paylater sehingga dapat meringankan pengeluaran biaya belanja yang telah dilakukan. Pemenuhan kebutuhan jadi jauh lebih ringan, mudah, dan praktis karena seluruh fasilitas dapat diakses di satu aplikasi. Yuk, download Danakini sekarang!

About Author

Janice Lim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *