Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah resmi mengumumkan besaran UMP Jakarta naik sebesar Rp 37.749 menjadi Rp 4.453.935,536. Dilansir dari Kompas.com, Anies mengatakan besaran UMP ini berdasarkan ketentuan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Serta formula yang ada dalam Pasal 26 dan Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1 tahun. Kenaikan UMP tersebut disambut dengan pandangan yang beragam, mulai dari setuju sampai kesal. 

Pastinya memasuki tahun baru ada banyak rencana tahunan yang ingin dilakukan, tetapi terhalang masalah gaji yang pas-pasan. Gaji 4 juta ini juga dianggap sebagian besar masyarakat sebagai gaji pas-pasan. Namun, percaya atau tidak, sebenarnya ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengelola gaji pas-pasan. Jika dilakukan dengan cara yang tepat, mengelola gaji 4 juta dapat dilakukan dan akan sangat bermanfaat untuk kebutuhan finansial masa depan Anda dan keluarga.

Mungkin Anda bingung harus mulai dari mana, tetapi tidak perlu khawatir karena Danakini akan memberikan tips-tips mengelola gaji 4 juta mengingat UMP Jakarta naik di tahun 2022 ini. Apa saja sih tipsnya? Yuk langsung saja kita lihat di bawah ini.

1. Buat Catatan Pendapatan dan Pengeluaran

UMP Jakarta Naik
Sumber: https://unsplash.com/photos/Ok76F6yW2iA

Hal pertama yang harus dilakukan agar bisa menyisihkan uang untuk ditabung adalah membuat catatan keuangan terlebih dahulu, terutama catatan pendapatan dan pengeluaran. Catatan keuangan ini sebaiknya disusun serapi mungkin, artinya secara rinci pos-pos pengeluaran harus tercatat dengan baik dan tidak ada yang terlewat, hal ini juga berlaku untuk mencatat besaran pemasukan yang diterima secara terperinci pula.

Dengan begitu, Anda akan mengetahui sejak awal, berapa kebutuhan yang harus kita penuhi setiap bulannya, berikut jumlah tabungan yang kita miliki. Dengan demikian, kita juga akan memiliki gambaran seberapa besar tabungan di masa yang akan datang, katakanlah dalam setahun atau dua tahun bahkan lebih nantinya.

2. Alokasikan Dana Sesuai Kebutuhan

UMP Jakarta Naik
Sumber: https://unsplash.com/photos/3-Tc_5LROrM

Setelah membuat catatan keuangan pendapatan dan pengeluaran, tips selanjutnya untuk mengalokasi gaji 4 juta adalah membuat alokasi Dana sesuai kebutuhan Anda. Hal ini dapat berbeda-beda tergantung gaya hidup masing-masing, tetapi idealnya alokasi pendapatan Anda bisa Anda buat seperti ini. Sisihkan 10 – 20% pendapatan untuk menabung. 30% gaji dapat Anda alokasikan untuk kebutuhan sehari-hari, hal ini mulai dari makan, transportasi, biaya listrik, air, dan kebutuhan bulanan lainnya. Selanjutnya sisihkan sekitar 10% untuk hiburan dan bersosialisasi. 10% untuk tabungan liburan, 10% untuk kebutuhan asuransi serta investasi, dan terakhir sisakan 20% untuk kebutuhan dana darurat. Tentunya Anda dapat membuat pengalokasian pendapatan sesuai dengan gaya hidup Anda masing-masing. Anda sudah siap untuk mengalokasikan gaji 4 juta hasil dari UMP Jakarta naik di tahun 2022 yang akan segera datang.

3. Menabung Setiap Tanggal Gajian

Sumber: https://unsplash.com/photos/3-Tc_5LROrM

Cara mengelola gaji 4 juta yang harus Anda lakukan untuk pertama kali yaitu dengan selalu menyisihkan dana untuk menabung. Ubah pola pikir Anda dengan menabung berdasarkan dari sisa gaji bulanan Anda. Selain itu, buatlah dua rekening yang berbeda. Satu rekening khusus untuk kebutuhan Anda sehari-hari, rekening lainnya adalah rekening khusus tabungan Anda.

Lakukan ini setiap Anda terima gaji. Dengan begini tabungan Anda tidak akan terganggu untuk menutupi kebutuhan Anda lainnya. Bila Anda menunda menabung di awal gajian, tabungan tersebut kemungkinan tidak akan terealisasi karena Anda terdorong untuk menggunakan uang sisa untuk kebutuhan dan keinginan lainnya. 

4. Sisihkan Dana Darurat

Sumber: https://unsplash.com/photos/3-Tc_5LROrM

Tips terakhir mengelola gaji 4 juta untuk mengantisipasi UMP Jakarta naik di tahun 2022 adalah selalu sisihkan pendapatan untuk dana darurat. Masih banyak orang yang menganggap hal ini sebagai hal yang tidak penting untuk dilakukan, tetapi jangan salah karena dana darurat ini sangat penting untuk menghadapi masalah-masalah urgent yang mungkin terjadi di masa depan. Alokasikan sebesar 10 – 20% pendapatan Anda untuk keperluan dana darurat. Untuk mengakali pengeluaran, dana darurat Anda juga dapat Anda gabung dengan asuransi dan memastikan keamanan Anda di segala situasi. Tidak hanya masalah kesehatan, asuransi edukasi, bencana, dan lain-lain juga sangat penting untuk Anda miliki. Anda juga dapat memilih premis yang tepat sesuai dengan pendapatan Anda. 

About Author

Indakhila Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *