August 12, 2022

Peran Fintech Membangun Cashless Society – Teknologi memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Banyak aspek teknologi yang sudah menjadi keseharian setiap orang dan teknologi dapat ditemukan di seluruh bagian hidup dari masyarakat. Hal ini termasuk dengan sektor keuangan yang perlahan-lahan bersatu dengan sektor teknologi menjadi fintech atau financial technology. Saat ini pembayaran digital menjadi salah satu opsi pembayaran yang semakin diminati dan pilih oleh banyak orang. Pembayaran digital juga semakin populer penggunaannya karena faktor pandemi Covid-19 yang menghimbau masyarakat untuk menghindari kontak langsung, hal ini juga berlaku bagi uang tunai yang sering berpindah tangan sehingga memiliki resiko penyebaran yang lebih tinggi.

Peran Fintech Membangun Cashless Society
Sumber: https://unsplash.com/photos/7HUDNDNkxRk

Pembayaran digital sendiri bukan hal yang baru, jauh sebelum industri fintech menjadi industri yang berkembang pesat di dunia, ada beberapa opsi pembayaran digital yang dapat dipilih oleh orang-orang, misalnya kartu kredit dan kartu debit. Namun berkat industri fintech yang berkembang sangat pesat, terdapat berbagai macam opsi pembayaran digital lainnya yang bisa digunakan oleh orang-orang. Di Indonesia sendiri misalnya, terdapat beragam pilihan pembayaran digital mulai dari kartu debit atau kredit, dompet digital, paylater, sampai mobile banking. 

Lalu, apa saja peran fintech membangun cashless society? Langsung kita simak saja bersama-sama di bawah ini.

Peran Fintech Membangun Cashless Society

Sumber: https://unsplash.com/photos/oNm9NkTFLfA

1. Memberikan Banyak Opsi Pembayaran Digital

Seperti yang sudah dibahas sekilas sebelumnya, fintech memberikan opsi pembayaran digital yang semakin banyak. Misalnya seperti dompet digital seperti OVO, GoPay, dan lain-lainnya. Hadirnya bermacam-macam opsi pembayaran digital yang dapat membentuk cashless society menjadi lebih cepat terwujud. Tidak hanya dompet digital, opsi pembayaran yang disediakan oleh fintech lainnya seperti paylater juga semakin memberikan beragam opsi bagi orang-orang dalam bertransaksi.

2. Meningkatkan Inklusi Keuangan dan Literasi Keuangan

Inklusi keuangan dapat diartikan sebagai seberapa besar layanan keuangan yang ada dapat dijangkau oleh masyarakat luas, sementara literasi keuangan berarti bagaimana cara mengelola uang dengan memahami perbankan, investasi, manajemen keuangan pribadi, dan lainnya. 

Fintech dapat mendukung keduanya karena fintech jauh lebih terjangkau dibandingkan layanan keuangan lainnya seperti bank. Hal ini karena fintech yang berbentuk digital sehingga tidak terbatas lokasi dan jarak. Masyarakat bisa mendapatkan akses keuangan secara lebih mudah, hal ini termasuk pembayaran cashless. 

Misalnya bagi pembaca yang tinggal di kota-kota kecil, mungkin mengajukan kartu kredit cukup sulit dilakukan karena akses bank sulit masuk ke kota-kota kecil. Selain itu, tidak banyak merchant yang membuka opsi pembayaran kartu kredit di daerah. Berbeda dengan opsi pembayaran digital yang diberikan oleh fintech yang jauh lebih mudah diakses oleh pengguna sampai penjual. 

Manfaat Pembayaran Cashless

Peran fintech membangun cashless society memiliki peran yang sangat besar, lalu pertanyaan selanjutnya apa sih manfaat pembayaran cashless? Melansir dari Jurnal Entrepreneur, ada beberapa manfaat pembayaran cashless ketimbang menggunakan uang tunai yang bisa didapatkan. Berikut merupakan beberapa manfaat pembayaran cashless.

Sumber: https://unsplash.com/photos/XL1YpEnVLb0

1. Lebih praktis dan aman

Uang tunai memiliki kecenderungan untuk menempati semakin banyak ruang penyimpanan, sedangkan uang elektronik yang umumnya kini berbentuk kartu chip based atau bentuk lainnya yang server based hanya memakan sedikit tempat atau bahkan sudah ada di ponsel pintar bawaan masing-masing. Sehingga bentuk uang yang lebih praktis sekaligus lebih aman dalam bertransaksi.

2. Menurunkan biaya pengelolaan uang fisik

Pengelolaan uang fisik, mulai dari percetakan uang fisik/tunai dan penghancuran uang fisik yang sudah tidak layak memakan banyak anggaran negara, yakni sekitar Rp3,5 triliun dalam setahun.

3. Perencanaan ekonomi lebih akurat

Dengan bertransaksi menggunakan uang elektronik, perencanaan ekonomi akan lebih akurat karena tiap transaksi cashless tercatat dengan baik dan akurat. Sedangkan transaksi uang fisik masih rawan dengan adanya praktik ekonomi terselubung, yang umumnya tidak tercatat dengan baik maupun akurat.

4. Meningkatkan sirkulasi uang

Transaksi uang elektronik atau cashless yang lebih praktis dan aman akan menstimulasi peningkatan sirkulasi uang dalam perekonomian negara.

Itulah beberapa manfaat pembayaran cashless dan apa saja sih peran fintech dalam membangun cashless society. Tentunya perkembangan pembayaran digital di dunia dan Indonesia masih jauh dari kata sempurna, tetapi perlahan-lahan pembayaran digital menjadi primadona tersendiri untuk transaksi sehari-hari setiap orang.

Danakini

Salah satu fintech yang menghadirkan layanan pembayaran digital di Indonesia adalah Danakini. Danakini adalah merek usaha dari PT Danakini Indonesia yang merupakan bagian dari Kawan Lama Group – grup bisnis nasional terkemuka dalam bidang ritel, industri, properti, makanan minuman, dan lainnya.

Danakini memiliki beragam pembayaran non-tunai yang dapat digunakan oleh Anda dengan mudah. Mulai dari fasilitas cicilan tanpa kartu kredit (kiniCintaku) serta fasilitas pembayaran paylater (kiniBayar). Layanan-layanan tersebut bisa Anda gunakan secara langsung dengan pilihan bunga terjangkau serta tenor pinjaman yang tepat. Semua layanan tersebut tersedia dalam satu aplikasi mobile yang dapat Anda unduh melalui Apps Store dan Play Store. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai Danakini, Anda dapat langsung di website Danakini

About Author

Indakhila Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *