Mengenal Generasi Sandwich – Istilah generasi sandwich akhir-akhir sangat sering terdengar, tetapi banyak yang belum mengenal generasi sandwich. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dari generasi sandwich? Pada awalnya istilah ini dicetuskan oleh seorang Profesor sekaligus direktur praktikum University Kentucky, Lexington, Amerika Serikat bernama Dorothy A. Miller pada tahun 1981 yang menggambarkan perempuan yang terhimpit untuk membiayai 2 generasi berbeda, orang tua dan anak. Pada tahun tersebut banyak perempuan yang menunda memiliki anak akibat banyaknya permasalahan ini. Lama kelamaan, istilah ini juga disematkan untuk semua orang, laki-laki atau perempuan yang menjadi sumber pendapatan satu-satunya untuk dua generasi, termasuk menanggung beban pribadinya.

Sandwich digunakan karena ibarat daging yang terhimpit diantara dua buah roti dan sulit untuk keluar. Biasanya seseorang yang tidak secara intensional terjebak dalam situasi ini sering mengalami permasalahan keuangan karena menanggung beban besar untuk menopang dua keluarga sekaligus, mulai dari kebutuhan sehari-hari sampai kebutuhan lainnya seperti kesehatan, edukasi, dan lain-lain. Tidak hanya masalah keuangan, data menunjukkan bahwa generasi sandwich lebih rentan mengalami stres hingga depresi karena beban berat menanggung dua keluarga sekaligus.

Mengenal Generasi Sandwich
Sumber: https://unsplash.com/photos/Ar9j8V6oMzo

Data menunjukkan bahwa 1 dari 7 orang yang ada sedang terjebak dalam generasi sandwich. Biasanya generasi sandwich sering terjadi pada laki-laki dan perempuan yang berada di jarak usia 30 – 40 tahun. Namun, mengutip dari seniorliving.org, generasi sandwich dapat dibagi menjadi tiga. Mari kita mengenal generasi sandwich yang dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok besar.

  1. Traditional Sandwich Generation / Generasi Sandwich Tradisional – Mengacu pada orang dewasa di rentan usia 40 – 50 tahun yang terjebak di antara orang tua yang telah lansia serta anak mereka yang biasanya sudah memasuki usia dewasa, tetapi masih bergantung secara finansial atau lainnya.
  2. The Club Sandwich Generation / Generasi Club Sandwich – Istilah ini disematkan pada generasi yang terjebak dalam beberapa generasi sekaligus, misalnya seorang yang memiliki orang tua dan kakek nenek yang telah lanjut usia, serta sudah memiliki anak-anak berusia kanak-kanak. 
  3. The Open Face Sandwich / Generasi Sandwich Open face – Siapapun yang terlibat dalam pengasuhan orang lanjut usia, tetapi bukan merupakan pekerjaan profesional (seperti pengurus panti jompo) termasuk ke dalam kategori ini.

Mengapa Generasi Sandwich Dapat Terjadi?

Mengutip dari Glints.com, salah satu penyebab munculnya generasi sandwich adalah kurangnya kebiasaan pendidikan finansial yang diajarkan dari generasi ke generasi. Misalnya, dari kakek-nenek ke orang tua kita, lalu dari orang tua kita ke diri kita sendiri. Hal ini disampaikan oleh Aakar Abyasa Fidzuno kepada Kompas. Selain itu, pendiri sekaligus presiden direktur Jouska ini juga menambahkan faktor lainnya yang memicu munculnya generasi ini. Saat masih kecil, kita terbiasa diberikan uang saku yang semakin lama semakin naik jumlahnya, seiring dengan bertambahnya umur kita. Nah, kita akhirnya merasa terbiasa dengan pendapatan pasif yang didapatkan oleh orang tua, dan membuat kita menjadi orang yang money-oriented dan kesulitan mengatur keuangan.

Sumber: https://unsplash.com/photos/UH-xs-FizTk

Selain itu biaya kehidupan sehari-hari yang semakin bertambah serta inflasi juga sering disebut menjadi faktor generasi sandwich yang semakin bertambah dari hari ke hari. Kebutuhan tersebut sering kali tidak seimbang dengan jumlah pendapatan dan alhasil banyak orang kesulitan untuk mengatur keuangan untuk masa tua dan pensiun. Hal ini akan berlanjut ke generasi selanjutnya, mereka yang terjebak dalam generasi sandwich mungkin kesulitan untuk mengatur keuangan untuk pribadi sendiri karena berfokus pada keuangan orang tua dan anak, hasilnya rantai generasi sandwich akan terus berlanjut dari generasi ke generasi lainnya.

Cara Memutus Mata Rantai Generasi Sandwich

Setelah mengenal generasi sandwich, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara memutus mata rantai tersebut? Memutus mata rantai generasi sandwich bukanlah perkara mudah. Tentunya butuh tanggung jawab yang besar serta disiplin yang kuat untuk mencegah mata rantai generasi sandwich terus berlanjut. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan mengutip dari Sikapi Uangmu OJK

Sumber: https://unsplash.com/photos/-vmYS9bent4
  1. Memiliki tabungan berencana
  2. Menyiapkan program pensiun
  3. Memiliki asuransi kesehatan
  4. Mengurangi kebiasaan konsumtif dan menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan
  5. Menyiapkan dana pendidikan anak
  6. Mengajarkan anak mengenai keuangan sedini mungkin. Biasakan anak untuk hidup mandiri dan disiplin soal uang dan finansial pribadi.
About Author

Indakhila Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *