Site icon Blog Danakini

Tips Mengatur Cicilan Saat Resesi, Jangan Sampai Gegabah

mengatur cicilan saat resesi

Mengatur cicilan saat resesi semakin santer terdengar dan ini merupakan kabar buruk bagi perekonomian di Indonesia. Apalagi fenomena resesi akan memberikan dampak luas terhadap perekonomian masyarakat, sehingga tidak sedikit yang khawatir akan hal tersebut.

Dalam konferensi pers Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani juga sempat menyinggung kebenaran akan berita tersebut. Kabar baiknya, Sri Mulyani menyampaikan bahwa saat ini Indonesia relatif berada dalam situasi yang cukup aman.

Namun, bukan berarti Indonesia benar-benar terbebas dari ancaman resesi. Oleh karena itu, saat ini baik pemerintah, akademis, pemerhati  ekonomi, dan lainnya gencar menyerukan tips mempersiapkan finansial jika mengalami dampak dari resesi.

Mengatur keuangan sebaik mungkin adalah hal yang terpenting, terutama mengatur cicilan saat resesi. Ada beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan ketika ingin mengajukan cicilan, terutama saat kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil karena terkena dampak dari pandemi COVID-19.

Tips Mengatur Cicilan Saat Resesi

Jika Sahabat Danakini terkena dampak dari resesi seperti penurunan pendapatan bisnis, korban PHK, dan lainnya. Sahabat Danakini harus lebih bijak lagi dalam mengatur kondisi keuangan, agar kondisi finansial dapat tetap stabil. 

Untuk Sahabat Danakini yang tengah mengambil cicilan, Sahabat Danakini harus memperhatikan baik-baik suku bunga, tenor, dan hal lainnya. Lalu, bagaimana langkah yang aman untuk mengatur cicilan saat resesi? Berikut ini tips yang bisa Sahabat Danakini gunakan.

1. Manfaatkan Cicilan Produktif

Di era saat ini sudah banyak produk keuangan berbasis cicilan yang pengajuannya mudah. Bahkan untuk persetujuan pinjaman dapat disetujui dalam waktu satu hari saja. Contohnya seperti produk keuangan paylater yang jangka waktu pinjamannya singkat.

Cicilan seperti di atas dapat digunakan, namun sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang bersifat produktif. Misalnya untuk menunjang kebutuhan sehari-hari, sehingga manfaatnya terasa dalam menunjang kehidupan sehari-hari.

Salah satu produk keuangan paylater yang bisa digunakan oleh Sahabat Danakini adalah kiniBayar dari Danakini. Mengusung tagline “Belanja Sekarang Bayar Entar”, produk kiniBayar merupakan pembiayaan paylater dengan minimal dan maksimal pinjamannya sebesar Rp. 200.000 dan Rp. 30.000.000. Pilihan tenor yang diberikan pun cukup beragam mulai dari 3, 6, 9, dan 12 bulan dengan suku bunga pinjaman mulai dari angka 2,95% hingga 3,45%. 

2. Cermati Besar Bunga Cicilan

Saat ini ada banyak layanan yang menyediakan cicilan produktif. Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan untuk mencari peluang cicilan dengan bunga yang lebih rendah. Ingat jangan tergiur dengan besar jumlah pinjaman, tetapi cermati besar bunga cicilannya.

Selain memperhatikan bunga cicilan, pertimbangkan juga tenor pinjaman. Sesuaikan masa tenor dengan kemampuan finansial bulanan yang dimiliki. Sebelum mengambil cicilan untuk kebutuhan produktif, pastikan layanan finansial yang Sahabat Danakini pilih menawarkan bunga rendah. 

Salah satu layanan finansial yang menawarkan suku bunga rendah adalah Danakini. Sahabat Danakini bisa mencoba produk kiniCintaku “Kini Cicilan Tanpa Kartu Kredit”. Produk kiniCintaku menawarkan cicilan pinjaman dengan suku bunga mulai dari 1,99%. Tak hanya itu saja, Sahabat Danakini juga dapat memilih tenor pinjaman fleksibel mulai dari 6,12,18, atau 24 bulan. 

3. Riset Kemampuan Finansial Diri Sendiri

Tips mengatur cicilan saat resesi selanjutnya adalah dengan melakukan riset terhadap kemampuan finansial diri sendiri. Jangan tergoda dengan jumlah pinjaman dan perasaan bahwa Sahabat Danakini akan mampu membayarnya tanpa melakukan riset secara mendetail.

Salah satu tips untuk mengambil cicilan menurut ahli adalah besarnya tagihan tidak lebih dari 30% pendapatan bulanan. Jumlah tersebut merupakan persentase maksimal, bahkan beberapa penyedia cicilan pun menggunakan perhitungan tersebut untuk menyetujui pinjaman seseorang.

Artinya, jika jumlah gaji dalam satu bulan adalah Rp9.000.000,- maka total cicilan maksimumnya adalah Rp2.700.000,- perbulan. Selain itu, Sahabat Danakini juga perlu untuk memperhatikan kebutuhan pokok sudah lebih dahulu terpenuhi.

4. Tetap Prioritaskan Dana Darurat

Poin selanjutnya yang tak kalah pentingnya adalah tetap prioritaskan dana darurat. Pastikan dengan mengambil cicilan potongan dana darurat tidak terganggu. Hal ini dikarenakan dana darurat merupakan tabungan penting yang harus tersedia, terutama ketika mengalami resesi.

Dana darurat merupakan proteksi utama ketika membutuhkan dana tidak terduga. Misalnya seperti uang rumah sakit, kecelakaan, kebakaran, dan berbagai hal tidak terduga lainnya.

Apalagi jika terjadi resesi, maka peluang finansial anjlok juga besar. Maka dari itu, dana darurat dapat membantu untuk menopang biaya hidup, contohnya jika mengalami PHK secara tiba-tiba.

Nah, itulah tips mengatur cicilan saat resesi agar finansial tetap stabil. Kuncinya adalah pertimbangan yang matang akan kebutuhan cicilan, serta tidak lupa untuk tetap menempatkan dana darurat sebagai prioritas utama.

Nikmati ragam fasilitas finansial dari Danakini dengan mengunduh aplikasi Danakini melalui Apps Store dan Play Store.

Exit mobile version