May 17, 2022

Pada awal bulan April 2022, pengguna media sosial ramai membicarakan mengenai penyelamatan Bumi dengan berbagai cara atasi perubahan iklim yang saat ini tengah terjadi. Isu perubahan iklim kembali menjadi sorotan setelah video viral Peter Kalmus, seorang aktivis sekaligus ilmuwan iklim NASA, yang melakukan aksi protes mengenai keadaan Bumi yang saat ini sudah dalam keadaan genting. Saat melakukan protes sekaligus peringatan di depan gedung Bank JP Morgan-Chase di LA, Peter Kalmus ditemani oleh empat ilmuwan lainnya. 

Atasi Perubahan Iklim
Sumber Foto: Facebook / Scientist Rebellion

Dari aksi protes Dr. Kalmus ini, kita diajak untuk semakin sadar mengenai keadaan Bumi yang sudah tidak dalam keadaan baik-baik saja nih, Sahabat Danakini. Agar dapat membantu pencegahan perubahan iklim yang semakin parah, ada baiknya kita menerapkan hidup sustainable living. Selain untuk atasi perubahan iklim, gaya hidup ini dapat membuat kita menjadi lebih hemat juga, loh. Kita simak bersama aksi yang dapat mendukung sustainable living kita, yuk!

Melakukan mix-and-match pakaian

Hal pertama yang dapat kita lakukan untuk atasi perubahan iklim adalah menghindari fast fashion dan memanfaatkan pakaian yang ada untuk dipadukan. Fast fashion sendiri adalah istilah yang digunakan oleh industri tekstil untuk fashion dengan kualitas dan bahan yang tidak bagus sehingga hanya bisa digunakan untuk jangka waktu yang pendek, biasanya jenis fashion ini hanya mengikuti tren-tren yang sedang ramai dibicarakan. Selain tidak tahan lama, bahan-bahan yang digunakan oleh industri fast fashion mengandung zat-zat tidak ramah lingkungan yang dapat membahayakan perairan dan populasi hewan.

Atasi Perubahan Iklim
Sumber Foto: Pexels / Anna Tarazevich

Hal yang dapat Sahabat Danakini lakukan agar pencemaran ini tidak terus terjadi adalah memaksimalkan pakaian yang sudah ada untuk dilakukan mix-and-match. Anda dapat memadukan warna pakaian menggunakan color wheel agar lebih menarik untuk dipandang, menyesuaikan warna pakaian dengan jenis warna kulit, atau menyesuaikan sesuai kenyamana Anda. Jika Sahabat Danakini sudah terbiasa melakukan mix-and-match, Anda akan menjadi lebih kreatif dan meminimalisir pembelian pakaian baru untuk ke depannya.

Selalu sedia tas belanja

Dalam mengurangi penggunaan kantong plastik sebagai aksi mengatasi perubahan iklim, pemerintah saat ini sudah mewajibkan seluruh supermarket di perkotaan untuk tidak menggunakan kantong plastik sebagai 

kantong belanja. Walaupun plastik adalah bahan yang paling berguna dan praktis, ternyata plastik adalah salah satu dari jenis sampah yang membawa pengaruh besar pada perubahan iklim di dunia loh, Sahabat Danakini. Melihat proses penguraiannya yang tidak sempurna, serpihan-serpihan plastik atau microplastic yang diproduksi plastik akan membahayakan Bumi dan juga manusia. 

Atasi Perubahan Iklim
Sumber Foto: Pexels / Sarah Chai

Melihat saat ini isu plastik sudah menjadi pembahasan penting pemerintah, banyak perusahaan dan restoran yang menjadikan tote bag dan paper bag yang lebih ramah lingkungan sebagai pembungkus produk mereka. Dari tote bag tersebut, Sahabat Danakini bisa gunakan kembali sebagai tas belanja atau kebutuhan lainnya. Pastikan Sahabat Danakini selalu siap sedia tas belanja di kendaraan atau tas pribadi agar tidak selalu beli yang baru, ya!

Gunakan lampu LED

Siapa Sahabat Danakini yang saat ini sudah beralih ke lampu LED? Ternyata penggunaan lampu LED lebih ramah lingkungan dan bisa menjadi salah satu aksi atasi perubahan iklim loh! Lampu LED diklaim sebagai ramah lingkungan karena materialnya yang terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan dan 20 kali lipat lebih tahan lama daripada lampu pijar biasa. Selain itu, energi yang dikeluarkan oleh lampu LED terdiri dari 95% cahaya dan 5% panas, berbeda dengan lampu pijar yang terdiri dari sebaliknya. Yuk, mulai beralih ke lampu LED, Sahabat Danakini!

Gunakan menstrual cup

Tanpa kita sadari, ternyata pembalut yang selama ini kita pakai memiliki kandungan plastik di dalamnya. Coba bayangkan jika setiap perempuan yang ada di dunia memiliki siklus haid yang teratur, plastik yang disumbangkan pasti akan menjadi lebih banyak lagi. Oleh karena itu, menstrual cup bisa menjadi solusi bagi Sahabat Danakini yang setiap bulan menjalani haid. 

Atasi Perubahan Iklim
Sumber Foto: Pexels / Sora Shimazaki

Walaupun masih sedikit masyarakat Indonesia yang pernah menggunakan menstrual cup, beberapa orang yang sudah mencobanya mengatakan bahwa menstrual cup praktis untuk digunakan. Karena terbuat dari silicon, menstrual cup hanya membutuhkan air secukupnya untuk mencuci. Jangka waktu penggunaannya juga lebih lama dibandingkan pembalut sekali pakai yang hanya tahan sekitar 12 jam. Menstrual cup yang dijaga dengan baik dapat digunakan sampaii 10 tahun lamanya. Jika mengguakan menstrual cup, Sahabat Danakini ikut andil dalam aksi atasi perubahan iklim dan jadi tidak perlu mengeluarkan uang untuk pembalut lagi deh setiap bulannya!


Itulah beberapa barang yang dapat kita gunakan sebagai aksi atasi perubahan iklim. Yuk, kita hidupi sustainable living dengan menggunakan barang-barang yang sudah disebutkan agar Bumi tetap sehat, pengeluaran juga tetap hemat!

About Author

Jovita Christie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *