Site icon Blog Danakini

MotoGP Mandalika 2022: Biaya Pergelaran Ajang Olahraga Internasional

MotoGP Mandalika 2022

Sumber: https://unsplash.com/photos/5T1Szj_8G70

MotoGP Mandalika 2022 baru saja berlalu dan berhasil diselenggarakan dengan sukses mulai tanggal 18 Maret – 20 Maret lalu. Banyak highlight yang bisa diambil dari penyelenggaraan ajang olahraga internasional tersebut, mulai dari pawang hujan, pemenang seri MotoGP di Mandalika, dan lainnya. Namun, hal yang masih banyak dilewati oleh orang-orang adalah biaya pergelaran MotoGP di Indonesia. Tentunya penyelenggaraan event MotoGP diperlukan persiapan yang matang serta fasilitas dengan standar yang membutuhkan biaya yang cukup besar. 

Selain biaya pembangunan tersebut, terdapat commitment fee atau biaya komitmen yang harus dibayar oleh tuan rumah kepada lembaga penyelenggara. Biaya komitmen yang harus dibayarkan dalam pergelaran event MotoGP Mandalika 2022 sendiri cukup rendah jika dibandingkan dengan ajang olahraga internasional lainnya. Commitment fee MotoGP yang harus dibayar Indonesia diketahui mencapai sekitar 9 juta euro (9,7 juta dollar AS) atau setara sekitar Rp 133 miliar per musim. Mengutip dari Kompas.com, Menurut Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia Persero/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansyur, mengatakan, biaya Rp 133 miliar sudah termasuk lisensi, hak cipta, dan biaya penyelenggaraan.

Biaya penyelenggaraan ajang internasional memang tidak berhenti sampai commitment fee saja, masih banyak biaya-biaya lain yang perlu dikeluarkan untuk memastikan event dapat berjalan lancar. Sahabat Danakini, yuk kita bandingkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengadakan ajang olahraga internasional.

Olimpiade

Sumber: https://unsplash.com/photos/hT9srFlXPGE

Ajang olahraga internasional terakbar di seluruh dunia yang berlangsung setiap 4 tahun sekali dan memiliki 2 tipe yaitu Olimpiade musim panas dan Olimpiade musim dingin. Tidak mengejutkan kalau biaya yang perlu dikeluarkan untuk menyelenggarakan event yang satu ini bisa merogoh kocek yang cukup besar. Bahkan akhir-akhir ini muncul banyak narasi “apakah menjadi tuan rumah olimpiade masih menguntungkan”. Narasi ini muncul karena tidak sedikit mantan tuan rumah olimpiade yang malah jadi buntung setelah acara akbar tersebut. 

Biaya penyelenggaraan event yang satu ini bisa mencapai angka yang sangat besar, seperti kasus Olimpiade musim dingin di Sochi 2012 yang memakan biaya penyelenggaraan total 51 billion USD. Selain masalah harga, biaya pemeliharaan fasilitas setelah event juga membuat biaya semakin membengkak dan tidak jarang fasilitas tersebut menjadi terbengkalai. Seperti kasus yang terjadi setelah Rio 2016, banyak stadion yang terbengkalai dan rusak karena tidak dirawat. Pertimbangan-pertimbangan ini banyak membuat calon tuan rumah turun dari proses bidding, hingga baru-baru ini muncul krisis tuan rumah olimpiade, dikhawatirkan tidak akan ada kota yang ingin menjadi tuan rumah olimpiade. 

FIFA

Sumber: https://unsplash.com/photos/cjYQBSKDSII

Sepak bola merupakan cabang olahraga terpopuler di dunia dan FIFA merupakan ajang pertandingan sepak bola internasional terbesar, serta sangat populer di berbagai dunia. Banyak negara yang berlomba-lomba untuk menjadi tua rumah ajang kompetisi yang berlangsung selama 4 tahun sekali. Untuk mengadakan pertandingan sepak bola akbar ini negara dapat merogoh kocek yang sangat besar. Biaya paling besar penyelenggaraan FIFA World Cup adalah tahun 2018 yang diselenggarakan di Brazil. Total biaya yang dikeluarkan mencapai 15 billion USD. Pada tahun 2022 ini piala dunia akan diselenggarakan di Qatar dan ahli memperkirakan kalau biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah Qatar bisa mencapai angka yang sangat fantastis yaitu 220 billion USD

Formula 1

Kalau pertandingan MotoGP seperti MotoGP Mandalika 2022 adalah ajang olahraga terbesar untuk motor papan atas. Maka, Formula 1 (F1) adalah pertandingan terbesar untuk balapan mobil. Dalam hal dana penyelenggaraan, commitment fee Formula E lebih kecil dari F1, Formula E sendiri adalah kelas mobil di bawah kelas Formula 1. Dikutip dari Reuters, tak ada angka pasti untuk commercial fee F1. Namun, biaya rata-ratanya mencapai sekitar 30,6 juta dollar AS (sekitar Rp 418 miliar) untuk Eropa, dan sekitar 40 juta dollar AS (sekitar Rp 547 miliar) untuk luar Eropa. Hal ini belum menghitung biaya lainnya yang harus dikeluarkan seperti pembangunan stadion, marketing, iklan, dan lainnya. 

MotoGP

Sumber: https://unsplash.com/photos/xrHZ_FDM1XY

Jika dibandingkan commitment fee untuk penggelaran ajang olahraga internasional lainnya seperti Formula E Jakarta yang mencapai harga Rp. 560 miliar, harga tersebut turun setelah sebelumnya biaya komitmen yang harus dibayar mencapai angka Rp. 2,3 Triliun. Sementara commitment fee MotoGP Mandalika 2022 adalah 9 juta euro (9,7 juta dollar AS) atau setara sekitar Rp 133 miliar. Biaya yang membuat pergelaran MotoGP Mandalika 2022 sangat tinggi adalah biaya pembangunan stadion yang mencapai angka Rp1,2 triliun.

Memang tidak mudah untuk mengadakan ajang olahraga internasional, perlu biaya, komitmen, dan kerja kerang yang besar untuk mencapai hal tersebut. Presiden Jokowi sendiri memiliki visi untuk membuat Indonesia lebih aktif dalam ajang internasional dan ia sempat menyatakan ketertarikannya agar Indonesia dapat menjadi tuan rumah olimpiade. Namun, tentunya biaya yang besar seperti di atas juga menjadi pertimbangan sendiri untuk Indonesia dan juga negara-negara lainnya yang tertarik menyelenggarakan event olahraga akbar berstandar internasional. 

Dapatkan aplikasi Danakini melalui Apps Store dan Play Store.

Exit mobile version