Negara Dengan Cashless Society – Pembayaran digital masih menjadi suatu hal yang belia di Indonesia. Walaupun cukup banyak digunakan di kota-kota besar seperti Jakarta, tetapi penggunaan pembayaran tunai masih melebihi pembayaran digital di Indonesia. Namun, selama masa pandemi COVID 19, pembayaran digital dan cashless society menjadi lebih populer dan lebih gencar dilakukan karena selaras dengan konsep “no physical contact” di masa pandemi. Di Indonesia sendiri juga tersedia beberapa layanan pembayaran digital. Hal ini membuat perkembangan pembayaran digital menjadi lebih diminati.

Namun, mewujudkan negara cashless society bukan perkara mudah. Berdasarkan laporan dari ING mengenai International Survey Mobile Banking pada tahun 2017 yang dilakukan di 15 negara seperti Amerika, Australia, serta negara-negara Eropa menunjukkan bahwa baru ada 1% dari peserta survei yang mengaku menjalani gaya hidup tanpa uang cash selama satu tahun terakhir. Sebanyak 34% responden menyatakan ingin benar-benar melakukan transaksi tanpa uang tunai dan 78% menyatakan jika mereka ingin mengurangi penggunaan instrumen pembayaran tunai. Meskipun demikian, lebih dari tiga per empat orang percaya jika mereka tidak mungkin dapat sepenuhnya bertransaksi tanpa uang tunai.

Namun, terdapat beberapa negara dengan cashless society terbesar di dunia. Meskipun tidak mencapai angka 100%, tetapi jumlah penggunaannya pembayaran digital di negara-negara tersebut sangat tinggi dan jauh di atas Indonesia. Berikut merupakan list negara-negara tersebut berdasarkan survei dari money.co.uk.

Negara Dengan Cashless Society
Sumber: https://unsplash.com/photos/gf8e6XvG_3E

1. Kanada

Negara yang terletak di benua Amerika Utara ini memimpin dalam kategori cashless society. Total terdapat 83% jumlah populasi di Kanada yang memiliki kartu kredit dan 88% jumlah populasi di Kanada memiliki kartu debit. Pada awal tahun 2013 sendiri pemerintah Kanada memberhentikan pendistribusian uang koin secara total. Hal ini diperkirakan akan menghemat anggaran negara sebesar 11 juta dollar Kanada setiap tahunnya. 

2. Hong Kong

Pada urutan kedua negara dengan cashless society terbesar diduduki oleh Hong Kong. Meskipun secara teknis bukan negara, tetapi wilayah yang satu ini memimpin di bidang pembayaran digital. Pada list yang sama, Tiongkok berada di posisi 12 sebagai negara dengan cashless society terbesar. Dilansir dari Money.co.uk, terdapat 4 pemain dompet digital (e-wallet) besar yang berada di Hong Kong dan 4 dari 5 (83%) orang di Hong Kong memiliki kartu kredit 

3. Singapura

Sumber: https://unsplash.com/photos/7ryPpZK1qV8

Berangkat dari Asia Timur ke Asia Tenggara, salah satu tetangga terdekat Indonesia ini masuk ke posisi 3 sebagai negara dengan cashless society terbesar. Singapura dari dulu memang dikenal sebagai salah satu dari pusat teknologi di Asia. Singapura digadang-gadang sebagai negara yang paling merangkul sistem pembayaran digital. Tidak tanggung-tanggung, sebagai 92% jumlah penduduk di Singapura memiliki kartu kredit. Sama seperti Hong Kong, Singapura memiliki 4 dompet digital (e-wallet) terbesar yang tersebar di seluruh penjuru negara singa tersebut. 

4. New Zealand

New Zealand atau Selandia Baru menduduki posisi 4 sebagai negara dengan cashless society terbesar selanjutnya. Tren cashless memiliki perkembangan yang sangat pesat di negara kiwi ini. Pada tahun 2020 sendiri pemerintah New Zealand meningkatkan limit harian pembayaran digital dari 80 dollar New Zealand menjadi 200 dollar. Limit tersebut naik 150% untuk menjawab budaya cashless di New Zealand yang semakin bertumbuh pesat. 

5. Jepang

Sumber: https://unsplash.com/photos/hwLAI5lRhdM

Walaupun penggunaan pembayaran digital dinilai besar, tetapi budaya cash di Jepang juga masih tinggi. Namun, tidak dapat dipungkiri kalau pemerintah Jepang mendukung penuh dalam membuat Jepang tidak terlalu bergantung dengan cash. Pandemi COVID-19 juga semakin membuat Jepang memprioritaskan pembayaran digital di negara matahari terbit tersebut. Budaya cashless ini semakin terlihat dengan penggunaan IC card yang menggantikan tiket kereta yang dibeli dengan uang cash. Cepatnya pergantian uang tunai ke pembayaran cashless di Jepang membuat negara yang satu ini menduduki posisi 5 negara dengan cashless society terbesar.

6. Australia

Di negara kanguru dan koala ini, dompet digital menjadi alat pembayaran yang lumrah dimiliki oleh orang-orang. Tidak hanya kartu kredit, negara tersebut memiliki 4 dompet digital yang tersebar luas dan sering digunakan oleh masyarakatnya. Dompet-dompet digital tersebut adalah Apple Pay, Google Pay, Samsung Pay, dan Alipay. Pemilik kartu debit di Australia sendiri mencapai angka 79%, angka yang sangat besar mengingat jumlah populasi Australia yang cukup besar pula.

7. Norwegia

Negara Dengan Cashless Society
Sumber: https://unsplash.com/photos/FtEL2Ywi890

Norwegia menduduki posisi nomor 7 sebagai negara dengan cashless society terbesar sekaligus menduduki peringkat 1 sebagai negara Eropa dengan budaya cashless terbesar. Negara yang terletak di Eropa Utara ini sangat tidak asing dengan budaya cashless, terbukti 98% jumlah penduduk Norwegia memiliki kartu debit, angka tersebut merupakan angka yang sangat fantastis. Penelitian yang dilakukan oleh bank asal Norway, Norges Bank menemukan bahwa hanya terdapat 3 – 4% jumlah transaksi yang menggunakan uang kertas dan koin.

About Author

Indakhila Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *