Perkembangan Fintech Di Asia – Bukan rahasia lagi bahwa perkembangan teknologi di Asia tumbuh dengan sangat cepat, begitu juga dengan financial technology. Menurut data terbaru dari EY Global FinTech Adoption, menunjukkan bahwa Asia menempati posisi pertama dengan pengadopsian fintech terbesar. Angka penggunaan Fintech pada customer dan bisnis meningkat dengan sangat tajam di berbagai negara, terutama di Asia. Hal ini terlihat jelas pada dua negara Asia dengan penggunaan fintech terbesar, Tiongkok dan India. Meskipun tidak menduduki jajaran teratas, tetapi perkembangan fintech di Indonesia dari segi ukuran dan volume merupakan yang tertinggi di antara negara Asia Tenggara lainnya. 

Menurut survey sendiri, angka penggunaan fintech secara global telah mencapai angka 64% dan sudah menjadi fenomena mainstream. Bahkan ditunjukkan bahwa hanya ada sebesar 4% masyarakat global yang tidak mengetahui tentang fitur financial technology transfer uang atau pembayaran online. Hal ini terlihat jelas di negara-negara yang berlokasi di Asia Pasifik. Penggunaan financial technology sudah menjadi hal biasa yang terjadi sehari-hari. Hal tersebut juga dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Pembayaran digital, financial planning, pinjaman online, dan lain-lain. Layanan-layanan fintech semakin terlihat dan digunakan oleh orang-orang Indonesia.

Perkembangan Fintech Di Asia
Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/pemasaran-pria-orang-orang-wanita-7413924/

Perkembangan fintech pada negara-negara di Asia Pasifik meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Data juga menunjukkan bahwa smartphone menjadi penunjang kenaikan drastis tersebut dan kebanyakan orang di Asia memiliki smartphone. Negara seperti Korea Selatan dan Hong Kong memiliki tingkat adopsi fintech sebesar 67%, sementara Australia berada di angka 58%. Tiongkok masih memimpin di peringkat satu dengan angka adopsi fintech sebesar 87%. 

 

Pertumbuhan Fintech Di Asia Tenggara Dan Indonesia

Pasar ekonomi digital di Asia Tenggara memang belum sebesar negara-negara lain di dunia seperti Tiongkok, Eropa, dan Australia. Namun, perkembangan financial technology di Asia Tenggara dan Indonesia sangat menjanjikan. Nilai investasi dalam sektor fintech pada tahun 2018 mencapai angka 484 miliar US Dollar. Dalam data Google dan Temasek tahun 2019 menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Fintech memiliki peran besar dan memiliki estimasi nilai sebesar 45 miliar USD. Diperkirakan pada tahun 2025, estimasi nilai fintech di Indonesia akan meningkat di angka 100 miliar USD. 

Sumber: https://images.pexels.com/photos/3194521/pexels-photo-3194521.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&h=750&w=1260

Pasar di Asia Tenggara sangat menarik untuk dirambah dan dikembangkan menjadi lebih besar. Pasar tersebut menjadi sangat menarik karena tingkat teknologi yang belum sebesar negara lainnya dan sekian masyarakat Asia Tenggara yang belum terjamah. Hal ini membuat Asia Tenggara, terutama Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan financial technology. Terlihat bahwa layanan-layanan fintech yang ada di Indonesia semakin meningkat. Menurut data OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tanggal 10 Juni 2021, total terdapat 125 penyelenggara fintech lending yang ada di Indonesia. Penyaluran pinjaman online juga terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2020 sendiri, pembiayaan yang telah disalurkan oleh pinjaman online telah mencapai angka Rp. 113,46 Triliun. Perkembangan fintech di Indonesia tumbuh dengan sangat cepat karena beberapa faktor. Salah satunya regulasi yang mendukung dari OJK dan BI (Bank Indonesia). 

 

Danakini

Salah satu perusahaan fintech di Indonesia adalah Danakini. Danakini adalah merek usaha dari Dana Kini Indonesia Pt (DKI) yang merupakan bagian dari Kawan Lama Group – grup bisnis nasional terkemuka dalam bidang ritel, industri, properti, makanan minuman, dan lainnya, yang memiliki lebih dari 300 cabang di 36 kota besar pada 25 provinsi di Indonesia, dengan Keanggotaan mencapai lebih dari 4 juta pelanggan. 

Anda juga tidak perlu meragukan keamanannya karena Danakini merupakan perusahaan berbadan hukum yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dengan nomor registrasi S-26/NB.213/2018.

Didirikan pada 15 September 2017 , bergerak dalam bidang layanan finansial berbasis teknologi, yang mempertemukan antara Pemilik Dana dan Peminjam Dana yang difokuskan untuk keperluan pembiayaan konsumer (contoh: berbelanja perlengkapan rumah dan gaya hidup), pembiayaan industri mikro, dan pinjaman dana tunai karyawan maupun umum. Danakini memberikan beberapa layanan untuk pelanggan, layanan cicilan tanpa kartu di mitra Danakini (kiniCintaku), layanan pinjaman uang tunai (kiniTunai), layanan pembayaran produk di mitra Danakini (kiniBayar), layanan pinjaman uang tunai kepada karyawan yang telah bekerjasama dengan Danakini (kiniFlexi), dan layanan pembiayaan pembelian barang untuk usaha (kiniUsaha).

Anda dapat menikmati ragam layanan Danakini dengan mengunduh mobile apps Danakini melalui Google Play Store dan Apps Store. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Danakini, Anda dapat mengunjungi website Danakini dan jangan lupa untuk mengikuti media sosial Danakini.

About Author

Indakhila Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *